DPRD Parigi Moutong Dukung Upaya Pemberdayaan Eks Napiter

waktu baca 2 menit
Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja (Foto/Istimewa)

Dukung pemberdayaan eks napiter, berita parigi moutong, sulawesitoday – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong dukung upaya pemberdayaan eks narapidana kasus terorisme (napiter) melalui kegiatan pertanian, karena salah satu daerah lokus Sulawesi Tengah di kabupaten itu.

“Saya kira langkah ini sangat positif untuk membangun tatanan kehidupan para mantan tahanan yang sudah bangun dan memulai aktivitas baru,” ucap Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja, yang dihubungi Rabu 5 Oktober 2022.

Program Pemberdayaan Narapidana Gerakan Tanam Hortikultura dan Obat merupakan kerjasama yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Pertanian yang berlangsung di 15 provinsi, salah satunya Sulawesi Tengah.

Program pemberdayaan napiter dengan melalui gerakan tanam hortikultura dan obatan merupakan kerjasama yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Pertanian yang berlangsung di 15 provinsi, salah satunya Sulawesi Tengah.

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah harus segera melanjutkan pendataan lapangan terhadap mantan napiter di kabupaten tersebut untuk dimasukkan dalam kelompok tani (Poktan).

Bahwa secara khusus Parigi Moutong, daerah sasaran program pemberdayaan berada di Kecamatan Torue dalam rangka membuka kesempatan kerja bagi mereka yang telah terpapar radikalisme.

“Pendataan eks napiter bisa melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pihak lain, karena sejauh ini kami belum menerima data jumlah mereka di Parigi Moutong,” kata Faisan.

Langkah yang diambil pemerintah dinilai tepat melalui program unggulan untuk meningkatkan keterampilan sejalan dengan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan.

Baca: Resmi Dimulai, Liga 3 Asprov PSSI Sulteng Wilayah Barat

Menurut data Badan Ketahanan Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah, eks napiter telah dikutsertakan pada empat Poktan yang sudah ada di Poso, Morowali Utara, Parigi Moutong dan Kota Palu senilai Rp 50 juta melalui bantuan pemerintah pusat untuk setiap kelompok yang membutuhkan sarana produksi pertanian.

Gerakan ini dimulai dari Oktober hingga Desember 2022 sebagai program jangka pendek dengan harapan mereka akan lebih produktif dalam bekerja sehingga mereka dapat hidup mandiri dengan mengandalkan pendapatan dari kegiatan pertanian.

“Saya juga berharap instansi teknis terkait tidak hanya menindaklanjuti, tetapi juga memperkuat agar kegiatannya memiliki dampak ekonomi yang lebih menjanjikan,” tutup Faisan. (*/Ikh)

Selain baca Dukung pemberdayaan eks napiter, baca juga: Bangun Kesadaran Pemilih, KPU Parigi Moutong Gelar Sosialisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *