Dilema Ducati Ingin Terapkan Team Order Atau Tidak

waktu baca 3 menit
Dilema Ducati Ingin Terapkan Team Order Atau Tidak Foto/Istimewa

Berita Olahraga, sulawesitoday sports – Dilema sedang melanda Ducati di perburuan gelar juara dunia MotoGP 2022, antara ingin terapkan team order atau tidak.

Loris Capirossi, mantan pembalap Ducati ungkapkan persaingan Fransesco Bagnaia dan Enea bastianini bisa menentukan, hasil akhir dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP pada musim ini.

Semuanya dimulai dengan comeback fantastis dari pembalap tim pabrikan Francesc Bagnaia (Ducati Lenovo) dalam lima balapan terakhir. Bersamaan dengan kemunculan pengguna Ducati Desmosedici GP lainnya, Enea Bastianini (Gresini Racing).

BACA JUGA: International Friendly: Hasil Brasil vs Ghana Dini Hari

Menjelang GP Jepang akhir pekan ini 23 hingga 25 September 2022, Bagnaia berada di urutan kedua klasemen dan hanya mengumpulkan 10 poin. di belakang Juara Dunia Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP). Bastianini tertinggal 48 poin dari El Diablo di posisi keempat.

Keduanya tidak bisa tenang karena masih ada Aleix Espargaro (Aprilia Racing) dengan akumulasi maksimal 125 poin dalam lima balapan terakhir. menang, Ducati tentu punya dua pebalap yang berpeluang besar meraih gelar juara.

Bagnaia dan Bastianini, yang akan menjadi rekan di Tim Resmi Ducati musim depan, telah menjadi protagonis dari dua balapan terakhir, dengan P1 dan P2 di Misano dan Aragón masing-masing.

Jika melihat peringkat dan perbedaan dengan rivalnya, Bagnaia jelas layak mendapat dukungan untuk meraih gelar juara. Terakhir (dan satu-satunya) Ducati memenangkan gelar Kejuaraan Dunia MotoGP adalah pada tahun 2007 berkat Casey Stoner.

Meskipun demikian, Ducati delima belum secara terbuka mengumumkan team order untuk dua rekan setim Italia tersebut. Bastianini juga mengaku tidak pernah menerima permintaan dari Ducati terkait hal tersebut. Di sisi lain, Bagnaia telah menjelaskan bahwa dia ingin menang sendirian.

“Masih ada lima balapan tersisa. Jadi masih ada 125 poin yang harus dimenangkan,” kata Loris Capirossi, mantan pebalap Ducati, seperti dilansir media Spanyol AS.

“Secara matematis, Bastianini masih berpeluang menang. Dan saya tidak berpikir Ducati harus meminta Anda untuk membantu Bagnaia pada saat ini.

Baca: MotoGP Minim Rivalitas, Fransesco Bagnaia Jelaskan Alasannya

“Sebenarnya, saya seharusnya tidak mengganggu Bagnaia. Namun, Bastian juga seorang pebalap, jadi Ducati juga tidak pantas memintanya untuk melambat.”

Capirossi juga menyadari bahwa persaingan terbuka antara keduanya membawa risiko insiden yang mengakibatkan tidak bisa merebut gelar juara dunia yang telah direncanakan sejak tahun lalu.

“Jika Bagnaia akhirnya kehilangan perburuan gelar hanya karena mereka tertinggal lima poin? Anda juga harus memikirkan kemungkinan lain, karena banyak yang terjadi di balap motor,” kata Capirossi.

“Katakanlah Bagnaia dalam masalah dan tidak akan bisa bermain di dua balapan berikutnya. Mungkin Bastianini kehilangan lima poin dalam perburuan gelar.” (*/Ikh)

Baca: Tidak Ingin Terlena, Brand Binder Amankan Posisi Start Ketiga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *