Dikritik Waketum MUI, Jokowi Batal Baca Pidato Sambutan

waktu baca 2 menit
Foto: Waketum MUI, Anwar Abbas. Dikritik Waketum MUI, Jokowi Batal Baca Pidato Sambutan.

Politik, sulawesitoday — Momen menarik terjadi pada acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat ke-2 MUI. Presiden Jokowi batal membaca sambutan usai dikritik Waketum Majelis Ulama Indonesia atau MUI Anwar Abbas.

Dikritik Anwar Abbas terkait kesenjangan ekonomi semakin terjal dan banyak warga belum sejahtera, Presiden Jokowi langsung menjawabnya.

“Sambutannya banyak, tapi lebih baik menjawab Dr Buya Anwar Abbas di forum ini,” ungkap Jokowi dalam acara pembukaan kongres itu, disiarkan via YouTube Official TVMUI, Jumat 10 Desember 2021.

Baca juga: Sekda: DWP Parimo Harus Menjadi Organisasi Profesional

Baca juga: Hutan Musim di Indonesia Memiliki Ciri Khas

Ini tiga kritik Waketum MUI Anwar Abbas kepada Jokowi:

  1. Belum meratanya kesejahteraan.

Anwar Abbas menyebut pemerintah sudah berhasil sejahterakan rakyat, tapi kebanyakan mereka-mereka yang ada di kelompok usaha besar, dan menengah serta usaha kecil.

“Rakyat di level usaha mikro dan ultra mikro, tampak tersentuh terutama dunia perbankan. Sehingga timbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi,” tutur Anwar Abbas.

Baca juga: Empat Kelas Cabor Menembak Dilombakan di Porkab Parimo 2021

Baca juga: DPRD Parimo Harap Bantuan Peralatan Usaha Pedagang Pasar Terus Digelontorkan

  1. Ketimpangan bidang pertanahan.

Anwar Abbas mengatakan ada ketimpangan di bidang pertahanan. Situasi itu memprihatinkan.

Sebanyak satu persen penduduk menguasai 59 persen lahan di Indonesia. Sementara, sekitar 99 persen lainnya hanya menguasai 41 persen lahan di negeri ini.

Baca juga: Shin Tae-Yong Minta Pemain Timnas Indonesia Perbaiki Diri

Baca juga: Torue Sapu Bersih Medali Emas Badminton Porkab Parigi Moutong 2021

Baca juga: Disdikbud Parigi Moutong: Jangan Paksa Siswa Divaksin Covid19

  1. Banyak pelaku usaha belum diperhatikan.

Menurut pemaparan data kelompok usaha di Indonesia, masih banyak pelaku usaha yang belum diperhatikan.

“Dari data, total mereka-mereka sudah terperhatikan pemerintah dan dunia perbankan itu ada di sekitar angka 1,32 persen. Atau sekitar kalau dari jumlah pelaku yaitu 849.334 pelaku usaha,” tutup Anwar. (**)

Baca juga: 11 Bisnis Terlaris di Sulawesi Tengah

Baca juga: Gubernur Sulteng: Program BLT Cair 2022

Baca juga: Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *