Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Ratusan Massa Kembali Demo Tolak Tambang di Kasimbar

waktu baca 2 menit
Ratusan Massa Kembali Demo Tolak Tambang di Kasimbar (Foto: Ist)

Berita parigi moutong, sulawesitoday – Ratusan massa kembali demo tolak tambang di Kasimbar, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Kami menuntut Gubernur mencabut IUP milik PT TRIO KENCANA di Kasimbar. Dan usut tuntas dan adili Camat serta oknum Kades terlibat dalam pertambangan,” ungkap Korlap aksi Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan, Muh Chairul Dani, saat demo di Kasimbar, Senin 7 Februari 2022.

Dalam orasinya, perusahaan tambang sangat destruktif dan tidak memikirkan hidup orang banyak.

Menurutnya, setelah terbitnya izin operasi produksi tambang, bencana berupa banjir, rusaknya lahan persawahan dan terusiknya kedamaian di tiga kecamatan mulai terjadi.

Selain berita demo tolak tambang di Kasimbar, baca juga: Pendemo Tolak Tambang di Kasimbar Segel Kantor Camat

“Ini akibat dari kegiatan pertambangan bermula konsesi seluas 15.725 hektar,” tegasnya.

Penolakan ini kata dia, bukan tanpa alasan. Warga telah merasakan secara langsung dampak dari kegiatan pertambangan itu. Lahan persawahan rusak, volume banjir bertambah dan hilangnya lahan untuk perkebunan.

Warga kehilangan mata pencaharian, dimana mayoritas strata menengah kebawah menggantungkan hidupnya dari berkebun dan bertani.

“Hari ini warga menuntut hak atas tanahnya, hak atas ruang hidupnya, hak atas hutannya, hak atas sumber airnya, hak atas lingkungan bersih. Nantinya semua itu akan diwariskan kepada anak dan cucu kelak,” sebutnya.

Melihat pada UU Pokok Agraria No 5 Tahun 1960, menegaskan penguasaan dan pemanfaatan atas tanah, air dan udara barus dilakukan berdasarkan asas keadilan dan kemakmuran bagi pembangunan masyarakat yang adil dan makmur.

Jika melihat realitasnya mandat UU diatas sama sekali belum tercapai bahkan kepentingan petani di desa-desa.

Pasalnya, masih banyak kasus-kasus pelangaran agraria setiap tahunnya terus menyumbang konflik antara rakyat dengan perusahaan pemilik modal.

“Peruntukan lahan pertambangan akan banyak merugikan petani akibat wilayah hulu sungai terus dikeruk. Dan masifnya penggundulan hutan dilakukan tanpa memperhatikan aspek ekologis,” tuturnya.

Demo berakhir pada pukul 12.35 Wita, massa aksi demo tolak tambang di Kasimbar membubarkan diri dengan tertib, usai gabungan massa dalam Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan menutup Jalan Trans Sulawesi. (**_mrf)

Selain berita demo tolak tambang di Kasimbar, baca juga: Konversi Lahan Pertanian Menjadi Industri Mengakibatkan Apa? Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.