Dapur Umum Pemkot Palu Layani Kebutuhan Logistik Korban Banjir

waktu baca 2 menit
Dapur Umum Pemkot Palu Layani Kebutuhan Logistik Korban Banjir

Berita Banjir Kota Palu, sulawesitoday – Dapur Umum Pemkot Palu dibangun untuk memenuhi kebutuhan logistik korban Banjir Palu, pada Selasa 6 September 2022 sekitar pukul 13.00 WITA.

Dapur Umum Pemkot Palu ini melayani kebutuhan warga di kelurahan terdampak Banjir Palu.

Kelurahan terdampak Banjir Palu antara lain Kelurahan Besusu Barat, Kelurahan Lere, Kelurahan Baru dan Kelurahan Ujuna.

Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Petalolo mengatakan, pihaknya sudah membangun 2 dapur umum di dekat lokasi banjir.

Sehingga kebutuhan makanan korban banjir sebanyak 4.000 jiwa bisa terpenuhi.

BACA JUGA: Ini Lima Cara Mengunci Folder File di Notebook dan PC

Ia menjelaskan, keberadaan dua dapur umum disiapkan pemerintah cukup melayani kebutuhan makanan siap saji di lima kelurahan terdampak.

Oleh karena itu, guna memaksimalkan pelayanan konsumsi, Dinas Sosial setempat melibatkan 30 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) melibatkan relawan dari mahasiswa Universitas Tadulako Palu.

“Anggota Tagana selain menyiapkan makanan siap jadi di dapur umum, ada juga terlibat mendistribusikan makanan dibantu sejumlah instansi lainnya,” ujar Irmawati.

Kepala Dinas Sosial Kota Palu Romy Sandi Agung mengemukakan, layanan dapur umum melayani kebutuhan makan siang dan malam warga terdampak, baik yang berada di tenda pengungsian maupun mereka yang bertahan di rumah masing-masing.

BACA JUGA: Fraksi Gerindra Minta Penjelasan Pelaksanaan HPS di Parigi Moutong

Olehnya, dengan kekuatan 30 orang anggota Tagana disiapkan di posko dapur umum dinilai mampu melayani kebutuhan logistik korban banjir untuk dua kali makan.

“Kami juga menyiapkan air mineral dalam kemasan untuk didistribusikan ke masing-masing posko pengungsian. Pemkot Palu membangun lima titik posko pengungsian untuk melayani warga,” tutur Romy.

Dikemukakannya, layanan dapur umum disiagakan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan, olehnya selagi masih dibutuhkan maka pelayanan kebutuhan dasar warga harus dipenuhi.

“Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan banjir sudah di bagi. Kami bertanggung jawab menyiapkan konsumsi korban banjir,” demikian Romy. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.