Dapur Umum Pemkab Parimo Kembali Buka di Desa Torue

waktu baca 2 menit
Salah satu rumah warga terdampak banjir. Penanggulangan Pascabanjir Torue Masuk Masa Transisi

Banjir bandang Desa Torue Parimo, sulawesitoday – Dapur Umum Pemkab Parimo, Sulawesi Tengah kembali buka untuk korban banjir susulan di Desa Torue, Kecamatan Torue, Selasa 23 Agustus 2022.

Dapur Umum Pemkab Parimo itu akan melayani makanan siap saji untuk para korban bencana banjir susulan di desa tersebut.

“Saat ini, kegiatan mendesak ialah memenuhi kebutuhan logistik korban banjir, termasuk makanan cepat saji untuk warga yang terkena bencana dan membersihkan rumah warga yang masih terendam lumpur,” kata sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai, di Parigi pada hari Selasa.

Ia menjelaskan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD dan Tagana Dinas Sosial sejak kemarin hingga hari ini terlibat membantu warga setempat melakukan pembersihan sisa-sisa meterial lumpur atas dampak banjir ketiga kalinya melanda desa tersebut.

Selain pemenuhan logistik, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat juga membantu suplai air bersih menggunakan satu unit mobil tanki.

BACA JUGA: 40 Bilik Huntara Korban Banjir Torue Segera Dibangun

“Warga tidak bisa mencuci maupun memasak dan sebagian rumah mereka masih terendam lumpur, oleh karena itu air bersih sangat dibutuhkan untuk keperluan warga,” ucap Rivai.

Dilaporkan dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa namun harta benda warga terendam air dan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka belum bisa ditempati.

“Warga terpaksa mengungsi di masjid dan posko pengungsian disiapkan Tagana. Sebagian besar dari korban banjir Desa Torue ini merupakan anak-anak dan warga perempuan,” ujar Rivai.

Ia menambahkan, saat ini BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Pertanahan (PUPRP), Parigi Moutong, BPBD Sulteng dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III),

Pemerintah Kecamatan serta Desa setempat sedang melakukan pertemuan membahas sejumlah hal-hal penting supaya peristiwa serupa tidak lagi terulang.

Sebab, dua kali banjir susulan melanda Desa Torue karena tanggul darurat tidak mampu menahan debit air sungai akibatnya jebol hingga berdampak terhadap pemukiman warga.

“Banjir susulan di Desa Torue ini sudah dua kali terjadi selama Agustus 2022. Pemerintah berharap dari diskusi ini tercipta solusi konkret, supaya banjir tak lagi menjadi ancaman bagi warga Desa Torue. Oleh karena itu dinding sungai harus diperkokoh, sebuah jika hanya mengandalkan tanggul darurat hasil pengerukan tidak ada kekuatan menahan debit air,” jelas Rivai. (**)

Baca juga: Puluhan Warga Mengungsi Pascabanjir Susulan di Desa Torue

Leave a Reply

Your email address will not be published.