Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Januari-Februari 2022, Potensi Curah Hujan di Sulteng Cukup Tinggi

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi. Januari-Februari 2022, Potensi Curah Hujan di Sulteng Cukup Tinggi.

Berita sulawesi tengah, sulawesitoday — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Palu memperkirakan cuaca di awal 2022 atau Januari-Februari potensi curah hujan di Provinsi Sulteng, cukup tinggi lebih dari 250-500 milimeter. Hal itu dipicu fenomena La Nina.

“Cuaca buruk nampaknya diprediksi belum signifikan akan terjadi kedepannya. Kalau pun terjadi, bukan di wilayah Sulawesi Tengah, mungkin ada di Utara Sulawesi atau Selatan Sulawesi,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim, yang dihubungi di Kota Palu, Kamis, 13 Januari 2022.

Analisis BMKG juga menunjukan, meski terjadi peningkatan curah hujan di Sulteng, namun kondisi ini masih masuk dalam kategori normal. Tapi, bila dibandingkan dengan curah hujan pada umumnya berpotensi meningkat 20-40 persen.

Baca juga: Hutan Musim di Indonesia Memiliki Ciri Khas

Khusus Kota Palu kata dia, topografi di daerah itu cukup unik karena berbentuk mangkok yang dikelilingi gunung dan berhadapan langsung dengan Teluk sehingga dikategorikan sebagai daerah non zoom.

“Palu diprediksi berdampak ringan terhadap potensi curah hujan tinggi dan cuaca buruk. Hujan lebat biasanya terjadi di wilayah-wilayah pinggiran atau wilayah berdekatan dengan pegunungan seperti Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong,” tutur Alim.

Ia menyebut, kewaspadaan terhadap ancaman berbagai bencana alam harus menjadi kewajiban masyarakat.

“Kejadian bencana alam di mana saja dan kapan saja bisa terjadi. Diperlukan kewaspadaan terkait mitigasi. Dan itu hal penting,” katanya.

Baca juga: Gubernur Sulteng: Program BLT Cair 2022

Menurut dia, mitigasi sudah terbentuk secara alamiah masing-masing individu, hanya saja terkadang warga lalai atas sinyal peringatan alamiah yang ada pada diri masing-masing orang sehingga terkadang bila terjadi bencana selalu timbul korban jiwa.

Menghadapi situasi darurat, katanya, usahakan tidak panik, sebab kepanikan dapat memecah konsentrasi sehingga insting tidak berfungsi dengan baik.

“Bencana banjir contohnya. Pertandanya sudah kelihatan sejak hujan melanda selama berjam-jam. Namun manusia terkadang tidak sigap melihat situasi itu,” tutupnya. (**)

Baca juga: Kapan Terjadinya Banjir, Berikut Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.