Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

BMKG Sebutkan Keadaan Cuaca di Sulawesi Tengah Sulit Ditebak

waktu baca 2 menit
BMKG Sebutkan Keadaan Cuaca di Sulawesi Tengah Sulit Ditebak

Cuaca di Sulawesi Tengah Sulit Ditebak, berita sulawesi tengah – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akui keadaan cuaca di Propinsi Sulawesi Tengah sulit ditebak karena wilayah ini masuk non zone musim (non zom).

“Cuaca Kota Palu dan sekelilingnya unik. Daerah ini tidak mempunyai batasan yang terang di antara masa musim penghujan dan musim kemarau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim di Palu, Selasa 30 November 2022, menyikapi perubahan musim hujan.

baca juga: Bantuan Sosial KAT Sudah Tersalurkan Rp53,39 Miliar

Dia menerangkan, pada umumnya semestinya Bulan November telah masuk musim penghujan, tetapi di beberapa wilayah di Sulteng malah belum kerap turun hujan, terutamanya daerah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Selan itu, dengan usai atau pecahnya siklon tropis, diprediksi 3 hari di depan keadaan cuaca mulai dapat normal, Kota Palu dan sekelilingnya masih alami imbas cuaca panas, walau turun hujan enteng dengan durasi waktu singkat.

baca juga: Dinkes Temui 151 Kasus HIV/AIDS di Kota Palu 10 Bulan Akhir

Walau demikian, daerah Kabupaten Poso, Morowali Utara dan Morowali mulai kerap diguyur hujan dengan intensif sedang sampai lebat.

“Musim penghujan berjalan pada November sampai Februari kedepan, tetapi hujan di Sulteng belum rata, ini bisa dikuasai oleh topography masing-masing wilayah,” tutur Alim.

Selain berita Cuaca di Sulawesi Tengah Sulit Ditebak, simak juga: LPKA Palu Serahkan Ijazah Pendidikan Kesetaraan Eks Anak Binaan Kasus Terorisme

Dia memberikan contoh, Kota Palu misalkan dengan topography yang agak miring atau berkembang, masih sulit dapat dijangkau hujan, karena awan hujan tercipta di atas langit saat sebelum masuk ke daerah itu, terlebih dahulu membasahi daerah-daerah pegunungan.

Hingga, daerah lembah cuma mendapatkan imbas kecil atau beberapa sisa hujan dengan durasi waktu singkat, pada keadaan normal.

“Tidak seluruhnya wilayah topography yang unik. Kekhasan ini menurut saya sebagai satu karunia,” sebut Alim.

Walau keadaan ini pada keadaan normal, dia mengingati warga terutamanya pemakai lajur lereng pegunungan masih tetap siaga, karena watak tanah di teritori pegunungan labil hingga gampang terjadi longsor, apalagi diguyur hujan terus-terusan dalam saat yang panjang.

“Kami merekomendasikan ke warga, seharusnya gunakan waktu siang hari melewati di lajur pegunungan dan jauhi pemberian di malam hari. Selain struktur tanahnya labil, jarak pandang terbatas karena di selimuti kabut. Keadaan semacam ini benar-benar mempunyai potensi memunculkan bahaya atau kecelakaan,” tutup Alim. (rf)

Selain berita Cuaca di Sulawesi Tengah Sulit Ditebak, simak juga: Dinsos Sulteng Buka Rekening Donasi Bantuan Bencana untuk Cianjur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *