Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

Berikut Enam Cerita Anak Islami, Sarat Pesan Agama

waktu baca 6 menit
Berikut Enam Cerita Anak Islami, Cerita Penuh Pesan Agama

Cerita Anak Islami, ragam sulawesitoday – Satu diantara kegiatan membahagiakan yang bisa membuat jalinan orangtua dan anak dengan lakukan aktivitas menceritakan atau mendongeng.

Kegiatan ini bukan hanya menolong bonding di antara anak dan orangtua saja, tapi dapat membantu memberi pengetahuan ke anak mengenai nilai-nilai kehidupan dan pesan kepribadian yang lain. Satu diantaranya ialah cerita anak islami.

Cerita anak islami atau dongeng anak mengenai Islam akan menolong mengajari anak mengenai nilai-nilai dan budaya Islam yang penting diamalkan. Untuk secara lengkap, mari baca kelompok cerita anak islami pendek berikut!

Cerita Anak Islami

Berikut kelompok cerita anak islami yang bisa memberi beberapa pesan kepribadian dan nilai-nilai Islami pada buah kesayangan.

  1. Cerita Anak Islami, Orang Tua yang Sabar

Satu hari seorang warga dusun yang melalui sebuah gunung berjumpa dengan seorang lelaki tua yang buta dan menanggung derita beragam penyakit di sekujur badannya.

Orangtua itu kelihatan lagi ada dalam sikap duduk sekalian mengucapkan “Semua puji untuk Allah, Yang sudah membuatku aman dari penyakit yang Ia sudah tes banyak antara ciptaan-Nya; dan Ia memang lebih pilihku dibanding banyak dari mereka yang Ia buat.”

Warga dusun itu selanjutnya berseru “Darimanakah kamu ditolong? Untuk Allah, saya berpikir kamu sudah menanggung derita tiap tipe penyakit!”

Orangtua itu selanjutnya mengusung kepalanya dan berbicara “Tidakkah saya masih mempunyai lidah untuk ucapkan Keesaan-Nya, dan dengannya saya bisa mengingat-Nya setiap waktu? Dan bukankah saya masih mempunyai hati yang dengannya saya bisa mengenal-Nya?”

Jawaban orangtua itu cukup buat membuat warga dusun bertaubat ke Allah SWT atas dosa-dosanya dan minta ampunan Nya.

  1. Cerita Anak Islami, Fitnah dan Keledai Mati

Satu hari ada 2 orang yang marah-marah mengenai seorang yang sudah lakukan perzinahan. Nabi Muhammad SAW rupanya dengar pembicaraan mereka, tetapi beliau terus jalan dengan tenang.

Beberapa saat selanjutnya, 2 orang barusan mendapati bangkai satu ekor keledai dengan kaki yang berantakan. Rasullah SAW selanjutnya berbicara ke mereka “Pergi dan konsumsilah daging keledai yang mati ini.”

“Bagaimana daging keledai yang mati dapat dikonsumsi?” jawab mereka. Lantas Rasullah SAW kembali berbicara, “Kamu mengejek saudaramu, yang tambah jelek dibanding makan daging keledai yang mati.”

Kejadian ini diambil dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dari kejadian ini kita bisa ketahui jika fitnah mempunyai dampak yang tambah jelek dibanding makan daging hewan busuk yang telah mati.

  1. Cerita Anak Islami, Kemampuan Istigfar

Satu hari Imam Ahmed bin Hanbal, seorang ulama Islam yang populer dan seorang teolog populer, sedang melancong dan singgah ke sebuah kota untuk sholat.

Sesudah salah, ia memilih untuk menginap di halaman mushola karena tidak mengenali siapa saja di kota itu.

Namun, seorang penjaga mushola yang tidak mengenal dianya menampik untuk menginzinkannya tinggal di mushola dan menggeret Imam Ahmed untuk keluar mushola.

Menyaksikan ini, seorang tukang roti berasa kasihan dengan Imam Ahmed dan tawarkan dianya menjadi tuan-rumah Imam Ahmed malam itu.

Sepanjang tinggal bersama tukang roti, Imam Ahmed memperhatikan tukang roti yang tetap mengeja Istigfar.

Imam Ahmed selanjutnya menanyakan pada tukang roti apa ucapkan Istigfar secara terus-terusan punya pengaruh dengan hidupnya.

Tukang roti menjawab dengan memberitahu Imam Ahmed jika Allah sudah terima semua permintaannya, terkecuali satu, yakni memberikannya hak spesial untuk berjumpa dengan ulama populer Imam Ahmed bin Hanbal.

Ketahui ini, Imam Ahmed selanjutnya berbicara jika Allah SWT bukan hanya dengarkan doa tukang roti tapi juga sudah bawa dianya di depan pintu rumah si tukang roti.

Enam Cerita Anak Islami, Cerita Penuh Pesan Agama

  1. Cerita Anak Islami, Cerita Tukang Kayu

Seorang tukang kayu yang paling trampil sudah jadi tua dan siap untuk pensiun. Ia selanjutnya memberitahukan bos kontraktor mengenai gagasannya untuk tinggalkan usaha pembuatan rumah dan ingin jalani kehidupan yang lebih rileks.

Bos kontraktor itu menyesal menyaksikan pekerjanya yang bagus pergi dan menanyakan apa ia bisa membuat satu rumah kembali sebagai kontribusi individu.

Tukang kayu itu menyepakatinya, tetapi ia pastikan jika ini bisa menjadi project terakhir kalinya.

Karena ingin selekasnya pensiun, tukang kayu itu tidak begitu memperhatikan pembangunan project terakhir kalinya karena hatinya tidak ada pada tugas.

Ia lakukan tugas dengan jelek dan cuma memakai beberapa bahan berkualitas rendah. Ini benar-benar sayang untuk akhiri profesinya.

Sesudah tugas usai, tukang kayu menghubungi bosnya dan memperlihatkan hasil tempat tinggalnya. Bos itu selanjutnya memberikan beberapa kertas dan kunci pintu pada tukang kayu sekalian berbicara, “Ini rumahmu, hadiahku untukmu.”

Tukang kayu itu langsung terkejut saat ketahui jika ia sedang membuat tempat tinggalnya sendiri. Bila ia mengetahui itu bisa menjadi tempat tinggalnya, ia akan membuat jadi lebih baik dibanding rumah lain yang sempat ia bangun.

Cerita mengenai tukang kayu ini sama seperti seperti kita sebagai umat manusia. Jika kamu inginkan membuat rumah yang baik di surga, karena itu kamu perlu mematuhi perintah-Nya dan menjauhi dari semua larangan-Nya.

  1. Cerita Anak Islami, Tidak boleh Terlampau Cepat Memandang

Satu hari seorang anak lelaki berumur 24 tahun yang menyaksikan keluar jendela kereta berteriak “Ayah, saksikan beberapa pohon ada di belakang kita!”

Ayahnya juga tersenyum, tetapi pasangan yang duduk di dekatnya melihati sikap kekanakan lelaki berumur 24 tahun itu dengan kasihan.

Anak lelaki itu kembali berseru, “Ayah, saksikan awan mengucur bersama kita!”

Pasangan itu selanjutnya tidak dapat mengendalikan diri dan berbicara ke ayah anak itu “Kenapa Anda tidak bawa putra Anda ke dokter yang bagus?”

Si ayah tersenyum dan berbicara, “Saya melakukan dan kami barusan pulang dari rumah sakit, putra saya buta semenjak lahir dan ia barusan memperoleh matanya ini hari.”

Pesan kepribadian yang bisa diambil dari cerita ini ialah tidak boleh terlampau cepat berprasangka atau memandang suatu hal jika kamu tidak ketahui realita dibaliknya.

  1. Cerita Anak Islami, Cerita Raja dan Menteri dengan Tiga Tas

Satu saat, seorang raja panggil tiga menterinya dan memberi mereka masing-masing sebuah tas. Raja selanjutnya memerintah beberapa menteri itu untuk berkeliling-keliling dan isi tiap tas dengan buah-buahan.

Menteri pertama menyikapi perintah raja dengan benar-benar dan berusaha keras untuk kumpulkan buah-buahan terbaik yang dapat diketemukan. Dan menteri ke-2 terima perintah raja dengan enteng isi tasnya dengan kombinasi buah-buahan yang bagus dan yang busuk.

Tetapi, menteri ketiga justru lakukan kebalikannya. Ia isi tas cukup dengan daun kering dan kotoran. Ini dilaksanakan menteri ketiga dengan arah ingin membodohi raja dengan memberikan kesan-kesan jika ia sudah lakukan pekerjaannya.

Sesudah isi penuh tas mereka, ketiga menteri pada akhirnya kembali lagi ke istana raja. Selanjutnya tanpa bertanya apa yang mereka sudah mengumpulkan, raja memerintah supaya beberapa menteri dikirimkan ke penjara secara terpisah sepanjang 3 bulan. Makanan yang bisa mereka makan hanya apa yang mereka masing-masing mengumpulkan dalam tas awalnya.

Dari cerita ini kita bisa ambil pesan kepribadian jika tiap manusia sama seperti seperti beberapa menteri, telah diberi sebuah buku yang penting kita isikan dengan tindakan bagus untuk dipakai di akhirat.

Bagaimana kita hadapi kehidupan di akhirat akan tergantung dengan yang sudah kita mengumpulkan sepanjang hidup di dunia, apa itu tindakan baik atau tindakan jelek yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain artikel Cerita Anak Islami, baca juga: Ini Cara Masak dan Resep Ikan Patin Dijamin Enak

Leave a Reply

Your email address will not be published.