BTNKT Ajak Warga Pesisir Jaga Ekosistem Bakau

waktu baca 2 menit
BTNKT Ajak Warga Pesisir Jaga Ekosistem Bakau

BTNKT Ajak Jaga Ekosistem Bakau, berita sulawesitoday – Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) ajak masyarakat pesisir Togean di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah jaga ekosistem rimba bakau atau manggrove buat menghindari terjadinya abrasi pantai yang bisa memberikan ancaman masyarakat setempat.

“Bakau benar-benar berguna mengendalikan air pasang yang terlalu berlebih, dan sanggup mencegah abrasi,” ungkap Kepala BTNKT Bustang di Kota Palu, Senin 9 Oktober 2022.

Menurut dia, rimba bakau juga berguna menahan terjadinya imbas peristiwa musibah hidrometeorologi, satu diantaranya mengecilkan frekuensi gelombang ke bibir pantai jika setiap saat terjadi gelombang tinggi di atas tingkat batasan lumrah.

Maka dari itu, ekosistem bakau harus terawat dari beragam aktivitas masyarakat setempat agar tidak memengaruhi usia tanaman itu.

“Luas rimba bakau di Togean lebih kurang 5.639 hektar, dan yang dikelola sebagai teritori lindung oleh taman nasional sekitar¬†359 hektar,” tutur Bustang.

Dia menyampaikan, dalam jaga keberlangsungan rimba bakau, pihaknya menggandeng beberapa pihak, dimulai dari masyarakat setempat sebagai mitra, pemangku kepentingan sampai Pemerintahan Kabupaten Tojo Una-una menaman bibit manggrove di wilayah yang alami penurunan karena imbas peralihan cuaca.

Yang mana, semenjak tahun 2021 hingg awalnya 2022, pihaknya sudah lakukan rekondisi selebar 17,95 hektar atau lima % rimba bakau alami kerusakan.

Selain berita BTNKT ajak jaga ekosistem bakau, baca juga: BPBD: Pembangunan Huntara Korban Banjir Torue Selesai November 2022

Selain merehabilitasi, ucapnya, dia ajak masyarakat pesisir jaga kebersihan wilayah manggrove dengan tidak buang sampah rumah tangga di sembarangan tempat, karena sikap semacam itu benar-benar mengusik ekosistem laut dan sekelilingnya.

“Selain jaga keberlangsungan wilayah pelestarian, pekerjaan lingkungan melekat pada kami hingga tidak cuma menanam bibit, tapi juga bersihkan sampah di area pesisir, karena sampah plastik tidak dapat diuraikan dengan alami,” papar Bustang.

Dia menambah, pembelajaran mengenai kebersihan ke masyarakat setempat oleh pihaknya umumnya diselipkan dalam kegiatan publikasi mengenai beberapa hal inti pemantauan konservasi yang mengikutsertakan mitra.

Bukan hanya sampai disana, BTNKT lakukan pendayagunaan pada masyarakat lewat pengendalian rimba pada program multi usaha hasil rimba bukan kayu (HHBK).

“Beberapa langkah semacam ini sebagai wujud perhatian Pemerintahan pada masyarakat sekitaran, untuk tingkatkan keproduktifan mereka dalam membatu jaga keberlangsungan ekologi,” demikian Bustang. (rf)

Selain berita BTNKT ajak jaga ekosistem bakau, baca juga: BTNKT: Wisman Mulai Ramai ke Togean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *