Kementerian PUPR dan BPJT Bakal Naikkan Tarif Tol

waktu baca 2 menit
Kementerian PUPR dan BPJT Bakal Naikkan Tarif Tol

BPJT Bakal Naikkan Tarif Tol, berita ekonomi sulawesitoday Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersepakat bakal menaikkan tarif tol tahun ini bersamaan dengan kenaikan inflasi yang berpengaruh pada peningkatan harga barang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, rencana pihaknya untuk lakukan penyesuaian atau menaikkan tarif tol setelah melihat geliat ekonomi nasional yang kembali bergerak dan ketentuan baru berkaitan harga bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA: Pekan Ini Rupiah Melemah Dampak Suku Bunga Naik

“Jika peningkatan biaya tol saat keadaan wabah Covid-19 saya tahan-tahan, saat ini telah bergerak ekonominya, sesuai ketentuan dan sesuai inflasi, kita coba lakukan penyesuai tarif tol,” kata Basuki usai mengevaluasi Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2, Jalan Tenjo Ayu, Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini.

Meskipun begitu, Basuki menjelaskan, wacana penyesuaian tarif tol akan menimbang kekuatan warga dari survey. Selanjutnya, dengan penyesuaian tarif tol diharapkan dapat ikut mempengaruhi layanan tol dan situasi iklim investasi.

Sementara itu senada dengan Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan, wacana rekonsilasi biaya tol memang teratur dilaksanakan tiap 2 tahun sekali. Salah satunya pemikiran peningkatan biaya ini efek dari inflasi.

Selain Berita Kementerian PUPR dan BPJT Bakal Naikkan Tarif Tol, baca juga: Pengamat: Larangan Ekspor Gandum Bisa Picu Inflasi Indonesia

“Ini rekonsilasi biaya reguler setiap 2 tahun sama seperti yang dijanjikan dalam kesepakatan pemberdayaan jalan tol berdasarkan inflasi dan jika ada peralihan cakupan inflasi,” katanya, Sabtu 24 September 2022.

Danang pastikan peningkatan ini bukan lantaran rekonsilasi harga BBM. Namun, melihat Inflasi Indonesia terjadi kenaikan sejak beberapa bulan kemarin. Pemicunya, peningkatan harga beberapa barang terhitung pangan karena dampak perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan kritis terus-menerus.

Kenaikan inflasi mulai terjadi semenjak April 2022 yang terdaftar sejumlah 3,47% (yoy), selanjutnya naik jadi 3,55% di Mei. Inflasi terus merayap sampai di Juni lebih dari 4 % yaitu 4,35 %, dan Juli nyaris 5% atau 4,94 %(yoy).

Pada Agustus, inflasi turun tipis jadi 4,69%, tetapi tetap di atas yang diputuskan pemerintah dalam APBN yaitu 3% plus minus 1%. Dan untuk September, inflasi diprediksi akan semakin tinggi kembali karena peningkatan harga BBM yang sudah dilakukan pemerintah sejak awal bulan ini. (WS)

Selain Berita Kementerian PUPR dan BPJT Bakal Naikkan Tarif Tol, baca juga: Parigi Moutong Akan Ekspansi Pasar ke Bitung, Sulawesi Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *