Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Banjir dan Tanah Longsor di Sulawesi Tengah

waktu baca 3 menit
BMKG Keluarkan Peringatan Banjir dan Tanah Longsor di Sulawesi Tengah

Berita Sulawesi tengah, sulawesitoday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG keluarkan peringatan banjir dan tanah longsor di Sulawesi Tengah, berbasis efek hujan lebat.

“Terjadi longsor guguran bebatuan atau erosi dalam skala menengah, volume air sungai meningkat atau banjir,” ungkap prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis-Al Jufri Palu Affan Nugraha Diharsya, dalam keterangannya, Minggu 27 Maret 2022.

BMKG memprakirakan aliran banjir akibat hujan lebat beresiko dan bisa mengganggu kesibukan masyarakat dalam skala menengah. Jembatan yang posisinya rendah diprakirakan tidak bisa dilintasi.

Potensi efek bencana ini diprakirakan berjalan di 5 tempat di Sulteng. Di antaranya Tojo Una-una, Morowali Utara, Parigi Moutong, Donggala, dan Banggai.

Masyarakat diimbau berhati-hati bersama prakiraan berbasis efek hujan lebat itu. Terutama terkecuali beraktivitas di luar rumah.

“Mencari Info lewat pihak-pihak berkaitan kebencanaan, tidak beraktivitas di luar rumah terkecuali tidak mendesak, berkoordinasi bersama pihak-pihak berkaitan kebencanaan,” imbau BMKG.

Selain berita BMKG keluarkan peringatan banjir dan tanah longsor di Sulawesi Tengah, baca juga: Sistem Peringatan Dini Berfungsi untuk Apa, Simak Penjelasannya

Apa yang Menyebabkan Tanah Longsor

Sementara itu, BNBP menyebut perlu untuk memahami apa yang memicu tanah longsor, ini penjelasannya.

Tanah gugur merupakan perpindahan material pembuat lereng berbentuk batuan, materi bongkaran, tanah, ataupun material kombinasi itu, beranjak ke basic ataupun pergi lereng ataupun sering diucap aksi tanah merupakan suatu hal insiden pengetahuan bumi yang terjalin gara-gara pergerakan era batuan ataupun tanah dengan berbagai model dan juga model semacam tumbangnya bebatuan ataupun bongkahan besar tanah.

Dengan cara biasa moment gugur diakibatkan oleh 2 faktor ialah faktor penganjur dan juga faktor faktor. Aspek penganjur merupakan faktor- faktor yang pengaruhi suasana material sendiri, sebaliknya faktor faktor merupakan faktor yang menyebabkan bergeraknya material itu.

Walaupun pemicu perlu moment ini merupakan model tarik bumi yang pengaruhi suatu hal lereng yang terjal, namun terdapat pula faktor- faktor yang lain yang ikut mempengaruhi:

  1. Abrasi yang diakibatkan gerakan air dataran ataupun air hujan, sungai- sungai ataupun gelombang laut yang menggerus kaki lereng- lereng meningkat curam.
  2. Lereng dari bebatuan dan juga tanah diperlemah melalui saturasi yang disebabkan hujan lebat.
  3. Guncangan alam menyebabkan fibrasi, titik berat terhadap partikel- partikel mineral dan juga faktor lemas terhadap massa batuan dan juga tanah yang memicu longsornya lereng- lereng itu.
  4. Gunung berkobar membuahkan dana abu yang lapang, hujan rimbun dan juga gerakan debu- debu.
  5. Fibrasi dari mesin, kemudian rute, penggunaan materi- materi peledak, dan juga bahkan petir.
  6. Berat yang terlampau kelewatan, apabila dari berkumpulnya hujan ataupun salju. (**)

Selain berita BMKG keluarkan peringatan banjir dan tanah longsor di Sulawesi Tengah, baca juga: Apa yang Menyebabkan Tanah Longsor

Tags : contoh sistem peringatan dini bencana,peringatan dini adalah,sistem peringatan dini pdf,contoh sistem peringatan dini bencana banjir,sistem peringatan dini bencana dibuat berdasarkan,berikut ini yang bukan gejala dan peringatan dini bencana tanah longsor adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published.