BBM Campur Sawit 40 Persen, Lagi Uji Coba

waktu baca 3 menit

BBM Campur Sawit, berita ekonomi sulawesitoday Pemerintah akan jalankan program Bahan Bakar Minyak (BBM) campur sawit biodiesel 40 persen alias B40. Program ini tindak lanjuti B30 yang telah berjalan semenjak tahun 2020.

Sebagai informasi, B40 ialah kombinasi bahan bakar nabati berbasiskan Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak sawit, yakni Fatty Acid Methyl Esters (FAME). Kandungannya ialah 40 persen, sementara 60 persen sebagai BBM tipe solar.

Pemakaian B40 ditarget digunakan untuk kendaraan beroda 4 dengan bahan bakar diesel. Bila terlaksana, maka Negara dapat semakin hemat Rp200 Triliun. Karena, dengan B40 diprediksi jumlah impor BBM Indonesia akan menyusut.

“Mengirit devisanya berapakah? Jadi jika kita tidak impor minyak solar sejumlah 15 juta kilo liter (kl), jika harga itu (per liter) sekitaran Rp13 ribu dikalikan 15 juta (kl) yakni bertemu sampai dua ratusan triliun rupiah,” kata Direktorat Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Edi Wibowo, saat di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi, Lemigas, Senin 21 November 2022.

Edi menerangkan, prediksi keperluan B30 atau keperluan solar di 2023 capai 37,5 juta kl. Jika keberadaan B40 nantinya akan membuat jumlah impor solar menyusut 40 persen.

Edi menambah, tahun 2021 Indonesia mengirit sampai Rp66 Triliun karena adanya program B30. Walau sebenarnya harga minyak dunia waktu itu sedang turun. Artinya pada harga minyak dunia yang tinggi sekarang ini, karena itu uang Negara yang dapat dihemat jelas semakin besar. Apa lagi mata uang dolar sekarang ini sedang kokoh.

“Memang biodiesel salah satunya kekuatan itu dapat mengusung kotoran. Sebetulnya bagus sih biodiesel itu sebab bisa mengusung kotoran yang tidak diangkat dengan solar. Nah, itu banyak kerak-kerak bersih,” paprnya.

Kemudian, untuk waktu B40 akan diterapkan. Sekarang ini Pemerintah masih menuntaskan tes teknis B40 yang ditarget selesai Desember 2022. Sera Pemerintah masih melakukan hitung-hitungan. Misalkan tersedianya bahan baku, sesuaikan persiapan spesifikasi kendaraan, dan yang lain.

“Tetapi kita harap tes tehnis diakhir Desember dapat usai. Masih tetap ada pendekatan yang kita harus sinkronkan, tidak cuman satu faktor kunci sukses ada pula pengadaan bahan baku berapakah. Kelak sesudah semua rekomendasi terkumpul pimpinan yang hendak putuskan,” jelas Edi Wibowo.

Untuk implementasi B40 masih menanti selesainya tes tehnis pada Desember kedepan. Bila diteruskan ke warga, lalu berapakah range harganya? Edi Wibowo menjelaskan, harga B40 akan sama pada harga biosolar B30. Sebagai info, harga biosolar sekarang ini ialah Rp6.800 per liternya.

Sementara itu, senada dengan Komite Tehnik (Komtek) Bioenergi dan Migas, Iman menyebutkan, sesudah hasil pengujian, bahan bakar B40 tidak memberi imbas berarti pada elemen mesin. Dan tidak ada imbas negatif performa kendaraan tes sampai dengan usai tes jalan 50.000 kilo meter (km). Bahkan, B40 mempunyai kelebihan. Satu diantaranya ialah tidak mencemarkan lingkungan.

“Keunggulannya B40 dapat berubah kembali ke alam secara cepat, tidak mencemarkan lingkungan,” sebut Iman.

Bahkan Anggota Kompartemen Tehnologi Otomotif Masa Depan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Abdul Rochim memaparkan, untuk BBM jenis biodiesel dapat mengusung kotoran lebih bagus dibanding solar. (WS)

Selain Berita BBM Campur Sawit 40 Persen, Lagi Uji Coba, baca juga:Suku Bunga Acuan Diprediksi Lebih Lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *