Bagnaia Dianggap Perlu Manfaatkan Situasi Quartararo

waktu baca 3 menit
(Foto/Istimewa)

Berita Olahraga, sulawesitoday sports – Pecco Bagnaia meskipun tertinggal jauh dari pemuncak klasemen MotoGp 2022, Aleix Espargaro 45 poin dan Fabio Quartararo 66 poin sapaan pembalap Bagnaia masih berada dalam perebutan gelar juara dunia di musim ini, sehingga dianggap perlu manfaatkan situasi Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro.

Pembalap terdepan dari Ducati tidak menunjukkan performa terbaiknya selama akhir pekan GP Inggris dan bahkan mengalami crash. Namun Pecco, sapaan Bagnaia, menyadari beberapa faktor yang mendorongnya untuk mencoba memanfaatkannya.

Di satu sisi, Quartararo harus menerima long lap penalty pada balapan Minggu 07 Agustus 2022. Bintang Yamaha kehilangan posisi dengan ini. Di sisi lain, Espargaro mengalami kecelakaan serius di FP4 yang mempengaruhi kondisi fisiknya. Bahkan, dikhawatirkan dia akan absen.

Bagnaia sendiri akan memulai balapan 20 putaran di Silverstone dari baris kedua, tepatnya di grid kelima, tepat di sebelah Quartararo. Sehingga Bagnaia dianggap perlu manfaatkan situasi ini agar lebih menguntungkan bagi pembalap berusia 25 tahun itu.

Baca: Mahfud: Sanksi Pidana, Pencopotan CCTV Rumah Ferdy Sambo

“Saya mengendarai di salah satu lap terbaik bagi saya, tetapi itu tidak cukup. Level akhir pekan bakalan menjadi brutal. Saya tidak merasa nyaman dengan dengan motor. Saya kehilangan sepersepuluh detik dalam pertarungan untuk meraih kemenangan,” ucap Pecco usai kualifikasi.

Untuk alasan yang mencegahnya merasa nyaman di Desmosedici GP22, runner-up MotoGP musim lalu itu menunjuk pada masalah grip dan mengesampingkan bahwa dia tidak memiliki paket aerodinamis Ducati yang baru.

“Saya kekurangan grip belakang. Hal baiknya adalah masalahnya hanya muncul di beberapa titik. Sayap belakang baru setengah dari paket (aerodinamika), ini harus menggunakan fairing (penuh) yang akan saya gunakan di Austria,” katanya.

Untuk mencari kinerja yang baik, Pecco Bagnaia tidak memiliki semua elemen yang diperlukan. “Kami menuju ke arah yang benar, tetapi di Assen (GP Belanda) itu berjalan lebih alami bagi saya,” ungkapnya.

“Fakta bahwa pole dimenangkan oleh seseorang yang memiliki motor yang sama dengan saya (Johann Zarco) menunjukkan arah kepada saya,” tambah Bagnaia, yang ingin memanfaatkan setiap momen di Silverstone.

“Aleix Espargaro) dan Fabio Quartararo lebih cepat tetapi sulit untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Saya harus menangkap peluang yang mempengaruhi mereka berdua. Hanya saja saya tidak dalam kondisi terbaik saya.”

Mengenai kemungkinan masalah fisik yang dialami Espargaro akibat kecelakaan di FP4, Pecco yakin rivalnya itu akan melanjutkan balapan. Tapi musuhnya bukan hanya orang Spaniard saja.

“Waktu putaran yang dia tetapkan di kualifikasi memberi tahu saya bahwa Aleix akan balapan. Yang tercepat dari semuanya adalah Johann Zarco, namun ada enam pembalap yang memiliki kecepatan untuk berada di depan,” katanya. (*/Ikh)

Baca: Resep Seblak Kuah Ciri Khas Bandung Lezat dan Pedas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.