Ini Saran Hadapi Ancaman Krisis Pangan di Indonesia

waktu baca 2 menit
Ini Saran Hadapi Ancaman Krisis Pangan di Indonesia

Ancaman krisis pangan, berita ekonomi sulawesitodaySalah satu upaya dalam menghadapi ancama krisis pangan, pemerintah disarankan agar lebih fokus pada keproduktifan komoditas dengan semaksimal mungkin. Sebab hal itu lebih memliki pengaruh pada hasil produksi daripada lakukan pembukaan tempat baru.

“Paling utama mulai saat ini bagaimana pemerintah berkonsentrasi pada kenaikan keproduktifan komoditas. Karena hasilnya tidak begitu lama dibanding dengan peluasan tempat baru,” ungkap Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Kampus Lampung, Bustanul Arifin, Kamis 13 Oktober 2022.

Bustanul Arifin yang juga Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) turut memandang ide berkaitan merealisasikan cadangan pangan wilayah harus direalisasikan dalam kurun waktu dekat.

Selanjutnya, lewat Perusahaan Umum Badan urusan logistik (Perum Bulog) wajib melakukan managemen stok sebaik mungkin, terutama bagi komoditas beras yang harganya cenderung turun.

Menurut Bustanul, untuk komoditas beras penting jadi perhatian, tidak cuma stok berada di Perum Bulog saja, tetapi juga di penggilingan, swasta dan pedagang. Disusul keadaan ketahanan pangan Indonesia sekarang ini telah lebih baik dari tahun 2021.

“Keadaan ketahanan pangan saat ini telah relatif lebih bagus dibanding tahun kemarin,” katanya.

Selain berita ancaman krisis pangan, baca juga: Ekspor Elektronik Indonesia Naik 18,9 Persen

Sementara itu, dalam paparan Presiden Jokowi saat buka Sidang kedelapan Tatap muka Ketua Parlemen G20 di Gedung DPR RI Jakarta, telah meramalkan bakal banyak Negara terancam tidak berhasil karena teror krisis pangan, energi, keuangan, sampai imbas peralihan cuaca. Keadaan itu mempunyai potensi memunculkan masalah pada produksi pangan, hingga munculkan teror kelaparan.

“Ada Negara yang sanggup bertahan dan mempunyai resiliensi yang tinggi, tapi banyak pula Negara yang terancam jadi Negara tidak berhasil yang berpengaruh pada jutaan Masyarakatnya dan melebarkan ketidak imbangan ekonomi global,” paparnya.

Jokowi juga menghimbau semua pihak untuk bersama turunkan ego dalam menuntaskan permasalahan. Menurut dia, seluruh pihak harus berusaha keras menangani ketidaksamaan-perbedaan.

“Perbanyak dan perkuat titik temu untuk menggerakkan perbaikan perekonomian dunia dan menangani krisis lebih efisien,” harapnya. (WS)

Selain berita ancaman krisis pangan, baca juga: Pelabuhan Parigi Dukung Pemda Optimasi Tol Laut

Rekomendasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *