Ini Tiga Alasan Sesar Lembang Disebutkan Berbahaya

waktu baca 3 menit
Ini Tiga Alasan Sesar Lembang Disebutkan Berbahaya

Alasan sesar lembang berbahaya, berita sulawesitoday – Sesar Lembang yang berada di kecamatan Lembang, Jawa Barat sebagai salah satunya sesar aktif di Jawa.

Dekan Fakultas Pengetahuan dan Tehnologi Kebumian Institut Tehnologi Bandung (ITB) Dr. Irwan Meilano menerangkan, jika sebuah sesar yang aktif mempunyai potensi hasilkan gempa.

Hal tersebut terjadi, karena sebuah sektor yang mempunyai penumpukan regangan tektonik akan dilepaskan jadi sebuah gempa.

Status sesar Lembang ini bersisihan dengan sesar Cimandiri, yang diperhitungkan jadi pemicu gempa 5,6 M di Cianjur, pada Senin 21 November 2022.

Dijumpai, kedua sesar ini mempunyai periodisasi dan proses berlainan, hingga diharap gempa Cianjur tidak memacu kegiatan sesar Lembang.

Sesar Lembang berbahaya

Disebutkan Irwan, ada faktor-faktor yang membuat suatu sumber gempa, terhitung sesar Lembang berbahaya, yaitu peluang magnitudo, lokasi yang paling dekat sama warga, dan amplifikasi.

  1. Peluang magnitudo

Sumber gempa dapat hasilkan magnitudo yang berarti. Bahkan juga, dengan magnitudo media juga, gempa mempunyai potensi menghancurkan – sama seperti yang terjadi pada gempa Cianjur.

Selain artikel Alasan sesar lembang berbahaya, simak juga: Kota Palu Buka Donasi Bantu Korban Gempa Cianjur

  1. Lokasi yang paling dekat sama warga

Irwan menjelaskan, lokasi sesar Lembang yang paling dekat sama warga dapat benar-benar berbahaya. Apa lagi, warga propinsi Jawa Barat termasuk sangatlah padat.

Ini karena guncangan gempa dapat mengakibatkan kerusakan bangunan sampai longsor.

“Belajar dari gempa Cianjur tempo hari, jika salah satunya pemicu kerusakan massif karena lokasinya benar-benar dekat sama warga,” katanya saat dikontak Kompas.com, Rabu 23 November 2022.

“Walau sesar Lembang dan sesar Cimandiri telah ada dari dahulu, tetapi teror sesar jaman dahulu tidak sebesar sekarang ini. Bertambahnya jumlah warga disekitaran lokasi sesar, tingkatkan resiko imbas yang lebih serius,” sambungnya.

Meskipun begitu, tidak berarti jangan membuat infrastruktur atau bangunan rumah disekitaran sesar Lembang, namun yang penting jadi perhatian ialah kualitas bangunan, di mana penting membuat bangunan yang tahan guncangan gempa disekitaran sesar.

“Tetapi, tidak boleh membuat bangunan pas di atas sesar ya. Jika pas di atas sesar, ingin bangunan sekeras apa saja tentu remuk, karena terjadi rupture,” kata Irwan.

  1. Amplifikasi

Factor ketiga ialah amplifikasi, yakni saat gelombang gempa dari kedalaman naik ke atas dan berjumpa dengan susunan tanah yang lunak atau tanah sedimen, yang selanjutnya perkuat guncangan gempa.

“Ini yang terjadi saat gempa Cianjur tempo hari dan saat gempa Jogja tahun 2006. Nach, banyak wilayah di dekat kota Bandung, ada banyak susunan tanah lunak yang dapat mengamplifikasi guncangan gempa,” papar Irwan.

Mitigasi musibah

Menurut Irwan, ada dua hal yang dapat dilaksanakan untuk mitigasi, yang pertama ialah literatur kebencanaan, terhitung masalah gempa, yang perlu dilaksanakan secara massif dan mendalam dari beragam pihak, dimulai dari pengambil peraturan sampai warga.

“Ini keperluan menekan. Satu diantaranya karena peluang warga tidak paham huniannya mempunyai potensi gempa, bahkan juga pengambil peraturannya kemungkinan tidak paham masalah itu,” ucapnya.

Yang kedua ialah pengaturan ruangan yang mengarusutamakan resiko musibah. Masalahnya penting mempunyai teritori yang kurang resiko musibah. (rf)

Selain artikel Alasan sesar lembang berbahaya, simak juga: Ini Penjelasan Gempa Kerak Dangkal di Cianjur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *