Sulawesitoday

portal berita terkini di sulawesi tengah, poso, palu, parigi moutong dan berita terbaru lainnya

6 Rukun Khutbah Jumat, Ini Tuntunan dan Syaratnya

waktu baca 8 menit
6 Rukun Khutbah Jumat Ini Tuntunan dan Syaratnya

6 Rukun Khutbah Jumat, ragam sulawesitoday – Hari Jumat mempunyai kelebihan tertentu untuk kaum pria, di mana shalat zuhur diganti dengan shalat Jumat berjemaah. Shalat Jumat sendiri harus dikerjakan lelaki muslim, sehat, mukalaf, dan menetap.

Berlainan dengan penerapan shalat zuhur, shalat Jumat terdiri dari 2 rakaat saja. Selanjutnya ketidaksamaan yang lain adalah ada ceramah Jumat pada penerapan shalat Jumat. Sebagai seorang muslim, penting untuk ketahui ketetapan dan ketentuan dalam jalankan beribadah. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Semua ketetapan dan ketentuan perlu dimengerti supaya beribadah bisa diterima. Salah satunya persyaratan syah shalat Jumat adalah ceramah Jumat. 6 Rukun Khutbah Jumat.

ceramah sendiri datang dari bahasa Arab “ceramah” yang memiliki arti pidato atau khotbah. Arti ceramah menempel di daya ingat sebagian besar orang sebagai pidato yang berisi mengenai keagamaan. 6 Rukun Khutbah Jumat.

ceramah Jumat dalam penglihatan pengetahuan komunikasi jadi kekuatan yang besar sekali sebagai aliran sampaikan tuntunan-ajaran Islam yang harus dipahami dan dimengerti jemaah. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Bisa disebutkan ceramah Jumat sebagai wujud aktivitas beribadah yang dikerjakan umat Islam tiap hari Jumat. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Dalam ceramah Jumat, khatib akan sampaikan saran, ajakan, info, dan peringatan ke jemaah saat sebelum penerapan shalat Jumat. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Ada banyak persyaratan dan rukun-rukun tertentu yang perlu tercukupi dalam ceramah Jumat.

Bila persyaratan dan rukun tidak tercukupi, karena itu ceramah dan shalat Jumat jadi tidak syah. Karena itu, Gramedia.com sudah meringkas bimbingan, persyaratan, dan rukun ceramah Jumat yang perlu disanggupi. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Bimbingan ceramah Jumat

Seorang khatib dan imam shalat Jumat perlu memerhatikan beberapa tuntutan dalam sampaikan khotbah keagamaan ke banyak orang. Berikut beberapa tuntutan dalam ceramah Jumat. 6 Rukun Khutbah Jumat.

  1. Khatib naik ke balkon dan berdiri sambil ucapkan salam di saat masuk waktu zuhur.

Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dari HR. Bukhari yang mengeluarkan bunyi:

Maknanya: “Dari Anas bin Malik Ra, jika Nabi Muhammad SAW shalat Jumat saat matahari cenderung.” (HR. Bukhari)

Sesuai sabda Rasulullah SAW dari HR. Ibnu Majah yang mengeluarkan bunyi:

“Dari Jabir bin Abdillah, jika Nabi Muhammad SAW ucapkan salam jika naik balkon.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Selanjutnya khatib duduk sesudah ucapkan salam dan muazin mengatakan azan sampai usai. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Maknanya: “Dari as-Saib bin Yazid Ra, berbicara: Ajakan azan pertama pada periode Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, dan Umar Ra dilaksanakan saat imam sudah duduk di atas balkon. Karena itu ketika periode Utsman Ra dan orang semakin bertambah banyak, karena itu beliau menambahkan azan ke-3 yang sudah dilakukan di Zaura.” (HR. Bukhari), 6 Rukun Khutbah Jumat.

  1. Seterusnya, khatib memulai ceramah Jumat dengan ucapkan, syahadat, tahmid, selawat, warisan takwa, dan membaca beberapa ayat Alquran. Kemudian, khatib baru sampaikan tausiah. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Memulai ceramah jumat dengan tahmid

Maknanya: “Dari Jabir bin Abdullah berbicara: Ialah Rasulullah SAW dalam ceramahnya beri pujian Allah dengan puji-pujian yang pantas bagi-Nya, selanjutnya menjelaskan: Siapa saja dikasih panduan oleh Allah, jadi tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa saja yang disesatkannya, jadi tidak ada yang bisa memberikannya panduan; sebenarnya perkataan paling betul ialah kitab Allah dan panduan terbaik ialah panduan Muhammad, dan seburuk-buruknya kasus ialah beberapa hal yang mengada-ada (diada-adakan), dan tiap hal yang diada-adakan itu ialah bidah dan tiap bidah ialah kesesatan dan tiap kesesatan tempatnya dalam neraka.” (HR. Tirmidzi) , 6 Rukun Khutbah Jumat.

Diteruskan dengan membaca syahadat

“Dari Abu Hurairah Ra, berbicara: Rasulullah SAW bersabda: Tiap ceramah yang tidak ada tasyahhud (perkataan syahadat) ialah seperti tangan yang hamil.” (HR. Tirmidzi)

Selanjutnya membaca selawat

“Dari Aus bin Aus, dia berbicara: Nabi SAW bersabda: Sebenarnya hari Jumat ialah hari yang terbaik untuk kalian, karena itu perbanyaklah selawat kepadaku di hari itu, karena sebenarnya selawat kalian dikatakan kepadaku. Beberapa teman dekat menanyakan: wahai Rasulullah, bagaimana selawat kamu sampai padamu, sementara Kamu sudah wafat? Beliau bersabda: “Sebenarnya Allah tabaraka wa ta’ala sudah mengharamkan jasad beberapa Nabi SAW di atas bumi.” (HR. An-Nasai), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Lalu khatib sampaikan warisan takwa

“Dari Jabir ibnu Samurah Ra. Sesungguhnya Nabi SAW selalu melatih berpesan (tausiah) dalam ceramahnya dengan warisan takwa.” (HR. Muslim), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Seterusnya, khatib membaca beberapa ayat Alquran dan sampaikan tausiah kerapa jemaah. 6 Rukun Khutbah Jumat.

“Dari Jabir bin Samurah berbicara: Ialah Nabi SAW lakukan dua ceramah yang antara dua ceramah itu beliau duduk, membaca Alquran, dan berpesan (peringatan) ke beberapa orang (jemaah).” (HR. Muslim), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Khatib duduk sesaat sesudah ceramah pertama usai (tidak ada doa khusus di antara dua ceramah). Selanjutnya khatib kembali berdiri untuk sampaikan ceramah ke-2 . 6 Rukun Khutbah Jumat.

“Dari Ibnu Umar Ra berbicara: Nabi SAW berkhotbah berdiri, selanjutnya duduk, lalu berdiri kembali seperti yang kamu kerjakan sekarang ini. ” (HR. Bukhari), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Khatib akhiri ceramah ke-2 dengan doa dan penutup ceramah. Selanjutnya dibantukan untuk mengacung jemari telunjuknya saat berdoa. 6 Rukun Khutbah Jumat.

” Dari Hushain Ibnu Abdurrahman as-Sulami berbicara: saya ada di samping Imarah Ibnu Ruwaibah, sementara Bisyr ceramah di muka kami. Karena itu ketika dia berdoa, dia mengusung ke-2 tangannya. Lantas Imarah berbicara: mudah-mudahan Allah menjelekkan ke-2 tangan ini atau ke-2 tangan kecil ini. Saya menyaksikan Rasulullah SAW di saat ceramah beliau berdoa ini, dan mengusung satu jemari telunjuk (yang kanan).” (HR. Muslim), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Usai berdoa, khatib turun dari balkon dan muazin mengatakan ikamah untuk penerapan shalat Jumat.

“Dari as-Saib Ibnu Yazid berbicara: Bilal azan saat Rasulullah SAW telah duduk di atas balkon di hari Jumat; jika beliau turun (dari balkon setelah usai ceramah, bilal lakukan ikamah. Demikian juga hal tersebut dilaksanakan pada periode Abu Bakar dan Umar Ra.” (HR. An-Nasai), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Melakukan shalat Jumat sekitar dua rakaat.

“Dari Umar Ra berbicara: shalat safar ialah dua rakaat, shalat idul adha dua rakaat, shalat idul fitri dua rakaat, dan shalat Jumat dua rakaat prima bukan qasar (merangkum shalat empat rakaat jadi dua rakaat) atas lisan Muhammad SAW.” (HR. An-Nasai)

Memanjangkan shalat dan menyingkat ceramah.

“Dari Ammar bin Yasir berbicara: Sebenarnya saya dengar Rasulullah SAW bersabda: Sebenarnya panjangnya shalat dan pendeknya ceramah seorang khatib sebagai pertanda dari pengetahuannya ke agama. Karena itu panjangkanlah shalat dan persingkatlah ceramah karena sebenarnya dalam keterangan ringkas itu ada daya magnet.” (HR. Muslim), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Disarankan membaca surah Alala dan Alghasyiyah atau surah Aljumuah dan Almunafiqun seperti rutinitas Nabi Muhammad SAW pada shalat Jumat.

“Dari Ibnu Abbas jika Rasulullah SAW di hari Jumat dalam shalat subuh membaca Alif Lam Mim Tanzilu dan Hal Ata ‘ala al-Insani, dan dalam shalat Jumat membaca surah Aljumuah dan surah Almunafiqun.” (HR. Muslim), 6 Rukun Khutbah Jumat.

Persyaratan ceramah Jumat Menurut Opini Beberapa Ulama

Khatib berdiri di depan jemaah atau banyak orang.

ceramah Jumat dilaksanakan 2x sesudah terpeleset matahari dengan enteng atau pendek dari bacaan shalat.

Disunahkan membaca tahmid atau puji-pujian ke Allah SWT, selawat ke Nabi SAW, warisan takwa, doa, dan membaca ayat Alquran saat penerapan ceramah Jumat.

Penerapan ceramah Jumat dilaksanakan dalam mushola. Bila ceramah dikerjakan di luar mushola, jadi tidak syah karena ceramah Jumat sama dengan eksekutorn shalat.

Penerapan ceramah Jumat dilaksanakan saat sebelum shalat. Bila dikerjakan sesudah shalat, jadi tidak syah.

Penerapan ceramah Jumat didatangi oleh jemaah shalat Jumat. 6 Rukun Khotbah Jumat.

Penerapan ceramah Jumat dilaksanakan dengan suara yang keras, baik dalam bahasa Arab atau bahasa yang lain.

Duduk dengan tenang antara dua ceramah seperti duduk di antara dua sujud. 6 Rukun Khotbah Jumat.

Penerapan ceramah harus tutup aurat dan pada kondisi suci dari hadas kecil dan hadas besar, baik tubuh, baju dan tempatnya. 6 Rukun Khutbah Jumat.

Rukun ceramah Jumat Menurut Mahzab Syafi’i

  1. Membaca Tahmid

Membaca tahmid atau puji-pujian ke Allah SWT sebagai rukun ceramah Jumat yang pertama. Apakah itu tahmid? Yang diartikan dengan tahmid adalah memuji ke Allah SWT dengan lafaz, seperti Alhamdulillah, Nahmadu lillah, Lillahi al hamdu, Innalhamda lillah, Hamidu Allah, dan As-syukru lillahi.

  1. Selawat ke Nabi Muhammad SAW

Membaca selawat ke Nabi Muhammad SAW sebagai rukun ceramah Jumat yang ke-2 . Melafazkan selawat harus secara jelas saat ceramah Jumat.

Contoh selawat nabi adalah “Allahumma sholli wa sallam alaa muhammadin wa alaa alihii wa ash haabihi wa man tabiahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.” Minimal membaca selawat, seperti shalli ala-ala Muhammad, as-shalatu ala-ala Muhammad, atau ana masjidi ala-ala Muhammad.

  1. Warisan Takwa

Memberi warisan takwa sebagai rukun ceramah Jumat yang ke-3 . Sampaikan warisan takwa hukumnya harus. Yang diartikan dengan warisan takwa adalah isi ceramah memiliki kandungan pesan kebaikan untuk ajak pada ketakwaan dan menjauhi dari kemunkaran.

  1. Membaca Ayat Alquran

Membaca ayat suci Alquran jadi rukun ceramah Jumat yang ke-4. Ayat suci Alquran harus dibaca pada salah satunya ceramah dan diprioritaskan untuk membacanya saat sesion pertama.

Selanjutnya ayat suci Alquran harus dibaca minimal satu kalimat komplet dan bukan potongan ayat. Kenapa? Bila membaca potongan ayat, saat disimpulkan akan susah dipahami tujuannya.

  1. Berdoa

Doakan golongan mukmin di ceramah paling akhir jadi rukun ceramah Jumat yang ke-5. Doa yang dipanjatkan diisyaratkan merujuk pada nuansa akhirat.

Misalnya adalah “Allahumma ajirna minnar” yang memiliki arti mudah-mudahan Allah selamatkan kamu dari neraka. Disamping itu, doa yang disarankan adalah “Allahumma ighfir lil muslimin wal muslimat” yang memiliki arti meminta ampunan untuk golongan muslimin dan muslimah.

Tersebut bimbingan, persyaratan, dan 6 Rukun Khutbah Jumat yang perlu dikerjakan supaya ceramah dan shalat Jumat jadi syah. (**)

Baca juga: Cara Mengqodho Sholat Dzuhur di Waktu Ashar, Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.